Terbitkan Buku Antologi Puisi, Santri SMUSIM dapat Apresiasi

0
12563

Tasikmalaya, hayatuna.net – Santri SMA Plus Muallimin (SMUSIM) mendapatkan apresiasi dari owner penerbit Langgam Pustaka Mufidz Atthoriq. Pasalnya mereka berhasil menerbitkan buku antologi puisi dengan judul “Romantikata” pada Sabtu, 21 Desember 2018.

“Saya salut dengan santri-santri SMA Plus Muallimin yang berkarya dengan menerbitkan buku kumpulan puisi.” Ujar Mufidz.

Buku antologi Romantikata merupakan buah karya santri-santri angkatan ke-13 SMA Plus Muallimin yang saat ini duduk di bangku kelas XII. Angkatan ini memiliki nama Izzuddin Al-Qassam. Buku ini berisi puisi-puisi, ilustrasi, dan biodata para penulisnya dengan tebal keseluruhan berjumlah 129 halaman.

Saat ini sedang dilakukan pre order untuk penjualan buku sampai tanggal 7 Januari 2019. Sudah banyak pemesan dari berbagai daerah yang ingin memiliki buku ini.  Menurut rencana, buku ini akan diapresiasi lewat acara peluncuran dan bedah buku pada tanggal 16 Januari 2019 di aula SMA Plus Muallimin, Pesantren Persatuan Islam 182 Rajapolah.

Buku Romantikata diterbitkan oleh penerbit Langgam Pustaka dan mendapat ISBN dengan nomor 978-602-52581-7-6. Antologi puisi ini memiliki gaya bahasa yang konotatif. Diksi-diksi yang dipilih bukan sekadar kata-kata tanpa makna, ia adalah bentuk ekspresi dari jiwa yang ingin menyampaikan suatu pesan dalam balutan yang abstrak. Sehingga, para pembaca harus mengerahkan energi untuk memahaminya. Bisa jadi, penafsiran pembaca berlaianan dengan maksud penyair, tetapi hal itu tak jadi masalah. Sebab puisi menjadi bermakna ketika banyak interpretasi. Seperti kata Acep Zamzam Noor dalam puisinya yang berjudul Pada Sebuah Titik, “langit membentang tanpa batas, laut menghampar tanpa tepi.”

Upaya penerbitan buku di SMA Plus Muallimin dimulai sejak tahun lalu yang berhasil menerbitkan buku antologi puisi dengan judul “Segurat Wajah Tanah Anbiyya.” Karya angkatan ke-12. Budaya literasi ini akhirnya dilanjutkan oleh Izzuddin Al-Qassam dengan dorongan dari guru Bahasa Indonesia, Marjan Fariq, S.Pd.

“Saya selalu meyakini bahwa setiap orang mampu menulis puisi. Pasalnya, menulis merupakan suatu keterampilan, ia bisa dipelajari dan dilatih.” Kata Marjan dalam pengantarnya di buku Romantikata.

Tidak hanya isi buku (puisi) yang ditulis oleh para santri, tapi juga desain sampul yang dikerjakan oleh Anwar Fauzi dan Lisna Dewi salahdua dari santri angkatan ke-13. Tata letak buku pun dikerjakan oleh Neng Nelis yang merupakan santriwati kelas XII IPS. Bagi Anda yang ingin mengapresiasi karya santri ini, bisa menghubungi WA ke nomor 0895629202091./MF

LEAVE A REPLY