BMPI Tuntut Pemerintah terbitkan Perda larangan LGBT

0
4030

Singaparna – hayatuna.net, Merespon kebangkitan generasi sodom dari kaum Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), Barisan Muda Persatuan Islam (BMPI) Kabupaten Tasikmalaya gelar aksi di gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, senin, 15/10/2018.

Barisan Muda Persatuan Islam yang menghimpun Pemuda Persis, Pemudi Persia, Hima Persis, Himi Persis, IPP, IPPI, serta santri Persis tersebut berorasi di depan gedung DPRD, lalu masuk dengan tertib ke gedung rapat paripurna DPRD.

Dalam audiensi tersebut, pihak DPRD yang diwakili komisi pendidikan dan komisi kesehatan, menyambut baik serta menyampaikan kesiapannya memenuhi tuntutan masa aksi.

Dalam tuntutannya, BMPI menilai bahwa LGBT bukan sekedar kemaksiatan yang berdimensi pembangkangan terhadap aturan agama, namun juga mencederai nilai luhur keindonesiaan, serta merusak karakter dari citra kota santri.

“Bila upaya preventif masih lemah, kuratif pun sama lemahnya, sementara ketika kami turun tangan menyelesaikan, dan itu dipandang melanggar hukum, maka sesungguhnya letak dari kesalahannya adalah tidak adanya payung hukum yang tegas melarang LGBT. Karenanya, DPRD dan pemerintah berkewajiban menerbitkan perda khusus larangan LGBT di kabupaten Tasikmalaya.” Papar Korlap aksi, Iqbal Sabiqul Aqdam.

Sementara Caca Ruhimat, ketua PD. Pemuda Persis kabupaten Tasikmalaya berjanji akan turun kembali dengan ribuan masa bilamana DPRD dan Pemerintah tidak merealisasikan tuntutan mereka.

Hal itu dipertegas kembali oleh ketua PD. Hima Persis Tasikmalaya raya, Ari Setiawan, dikatakannya bahwa ancaman kembang biak spesies LGBT di kabupaten Tasikmalaya akan kami ancam balik dengan pemberantasan yang sistematis dan kultural.

Setelah tercapainya kesepakatan tersebut, ratusan masa aksi melaksanakan shalat dhuhur berjama’ah, dengan dilanjut langsung kembali ke tempat masing-masing dengan khidmat dan tertib (Z3).

LEAVE A REPLY