Khutbah Jum’at: Mendambakan Sahabat Dunia dan Akhirat

0
5709

Bandung, Hayatuna.net – Dengan asma Allah kita memulai, dengan asma Allah jualah kita meminta pertolongan. Saya bersaksi bahwa tidak ada lagi sembahan kecuali Allah Swt dan saya bersaksi bahwa Muhammad Saw adalah utusan Allah Swt sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.

Allah Swt berfirman:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ  وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

Artinya:

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.  QS. An-Nisa: 69

Hadirin yang dirahmati Allah Swt,

Dalam ayat sebelumnya,  Allah Swt nyatakan bagi mereka  yang menjalankan perintah  di dunia ini, akan memperoleh berkah dalam kehidupan dunia,  serta senantiasa mendapat hidayah khusus. Sementara ayat ini menyatakan, orang-orang seperti inilah yang nantinya duduk di  samping Rasul serta orang-orang saleh serta memperoleh manfaat dari keberadaan mereka di sana.

Saat ini kita masih dalam suasana di bulan yang luar biasa. Bulan Dzulhijjah, dimana ada satu kesempatan yang sangat istimewa setelah kita semua menjalankan ibadah shaum arofah kemudian ditutup dengan ibadah qurban. Terlebih saudara-saudara yang Allah Swt panggil untuk menunaikan ibadah haji, hari ini pula prosesi ibadah haji akan berakhir. Kesemuanya adalah buah dari ketaatan kita kepada Allah Swt.

Hadirin yang dirahmati Allah Swt,

Berkenaan dengan ayat di atas, ada seorang sabahat yang sengaja datang menemui Rasulullah Saw di kediamannya, lalu ia berkata: “Wahai Rasulullah SAW, sesungguhnya engkau (Nabi SAW.) lebih aku cintai daripada diriku sendiri. Sesungguhnya engkau (Nabi SAW.) lebih aku cintai daripada keluarga dan hartaku, serta lebih aku cintai daripada anakku. Sungguh, seandainya aku di rumah, aku mengingatmu dan aku tidak sabar untuk bertemu dan memandangmu. Kalau aku ingat kematianku dan kematianmu (Nabi SAW), aku tahu engkau (Nabi SAW.) masuk Surga, engkau (Nabi SAW.) dinaikkan bersama para Nabi. Dan kalau aku masuk Surga, aku khawatir tidak melihat engkau (Nabi SAW.)”. Nabi SAW. tidak memberi jawaban hingga (Malaikat) Jibrîl turun membawa Ayat (Surat an-Nisa Ayat: 69)

Hadirin yang dirahmati Allah Swt,

Bukankah setiap hari kita selalu membaca surat al-Fatihah pada setiap shalat, kita  memohon dari Allah agar memelihara kita tetap di jalan yang benar. Yaitu jalan orang yang telah diberikan kepada mereka nikmat khusus. Dalam ayat ini, kita diberitahu bahwa yang dianugerahi nikmat oleh Allah adalah para nabi, syuhada dan orang-orang suci. Oleh karenanya, dalam setiap shalat, kita mohon dari Allah Swt supaya kita dikumpulkan dengan orang-orang  terbaik  ini.

Maka dari itu, terdapat tiga pelajaran yang dapat kita petik bersama:‎

  1. Cara mendapatkan sahabat yang baik di dunia dan akhirat adalah dengan menaati perintah Allah dan RasulNya.
  2. Dalam memilih teman, iman dan kesucian adalah syarat yang paling mendasar.
  3. Iman bahwa Tuhan mengetahui perbuatan-perbuatan kita merupakan dorongan terbaik untuk melaksanakan perbuatan baik.

Khutbah ke 2: Hadirin yang dirahmati Allah Swt,

Duduk bersanding dengan orang yang kita cintai atau kita banggakan, memang hal yang luar biasa indahnya. Bisa saja hal ini kita sampaikan kepada orang yang kita cintai, kita sangat berharap suatu saat orang tersebut dapat menemani kita. Hal inipun pernah dinyatakan oleh seorang sahabat bernama Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami ketika beliau bermalam di rumah Rasulullah Saw.

Dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami, beliau berkata,

كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ ، فَقَالَ لِي: سَلْ ، فَقُلْتُ : أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ ، قَالَ : أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ ، قُلْتُ : هُوَ ذَاكَ ، قَالَ : فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ  “.  رواه مسلم في

Aku pernah bermalam bersama Rasulullah Saw, lalu aku menyiapkan air wudhu` dan keperluan beliau. Lalu beliau bersabda kepadaku, ‘Mintalah sesuatu!’ Maka sayapun menjawab, ‘Aku meminta kepadamu agar memberi petunjuk kepadaku tentang sebab-sebab agar aku bisa menemanimu di Surga’. Beliau menjawab, ‘Ada lagi selain itu?’. ‘Itu saja cukup ya Rasulullah’, jawabku. Maka Rasulullah bersabda, ‘Jika demikian, bantulah aku atas dirimu (untuk mewujudkan permintaanmu) dengan memperbanyak sujud (dalam shalat)‘” HR. Muslim, No. 489

Hadirin yang dirahmati Allah Swt,

Hebatnya jawaban Rasulullah Saw ketika ditanya hal tersebut, karena beliau sendiri hanya manusia biasa dan tidak memiliki kemampuan memasukkan orang ke dalam Surga. Hanya Allah_lah (rahmatNya) yang mampu memasukkan seseorang ke dalam Surga. Bahkan Allah telah memerintahkan Rasulullah Saw untuk mengatakan bahwa beliau tidak memiliki manfaat untuk diri beliau sendiri dan tidak bisa menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah, sebagaimana dalam firman Allah berikut,

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ

Katakanlah Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki AllahQS. Al-A’raaf: 188

Hadirin yang dirahmati Allah Swt,

Sebagai penutup khutbah Jum’at ini. Khotib berpesan bahwa amal shalih dan pahala itu berbanding lurus, semakin banyak atau tinggi kualitas amalan itu, maka semakin besar pahalanya, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, semakin Anda menjaga baik shalat-shalat Anda yang wajib dan memperbanyak shalat-shalat sunnah, maka semakin besar kesempatan Anda untuk menemani Rasulullah Saw di Surga. Amin

Mudah-mudahan kita semua termasuk dari hamba Allah yang senantiasa mendirikan sholat, baik yang wajib dan Sunnah-sunnahnya. Dan mudah-mudah Allah Swt selalu membimbing kita semua ke jalan yang lurus./IJ

Wallahu A’lam – Wassalaamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

LEAVE A REPLY