BEDAH BAI’AT SANTRI oleh RG-UG SMUSIM

0
2111

Tasikmalaya, hayatuna.net – Pada hari Rabu, 26 Oktober 2019 RG-UG SMA Plus Muallimin 182 melaksanakan Bedah Bai’at Santri (Janji setia santri kepada Allah SWT dihadapan asatidz pesantren) yang dikenal sebagai “Bai’at Santri Persis” setiap seminggu sekali. Hadir sebagai pemateri kali ini adalah ustadz Irfan Jauhari (Bidgar Dakwah PD. Pemuda Kab. Tasikmalaya) untuk membedah pesan penting isi Baiát Santri tersebut.

Ketua bersama Staff RG-UG SMUSIM

Kegiatan ini diinisiasi oleh Staff RG-UG SMUSIM dan dilaksanakan di Pesantren Persatuan Islam 182 Rajapolah atau yang sering disebut dengan SMUSIM 182 Rajapolah (SMA Plus Muallimin 182 Rajapolah).

Pemateri menerangkan bahwasanya jiwa kader Persis yang ada di Pesantren harus dibekali oleh modal (kesungguhan) sejak dini, sebab tantangan yang akan dihadapi sangatlah berat. Rohani dan jasmani yang kuat, inilah yang Tuan A. Hassan inginkan dari seluruh kader muda persis yang ada di Pesantren untuk menghadapi tantangan zaman.

Bedah Baiat Santri Persis

Isi bai’at tersebutlah yang nantinya akan menjadi ruh setiap santri dalam menjalankan roda kehidupan yang terus berputar, yang memaksanya untuk masuk ke dalam zaman yang serba modern sehingga keluar dari zona amannya.

Berikut beberapa alasan mengapa kemudian di Pesantren Persis melibatkan istilah bai’at santri. Diantaranya yaitu:

  1. Berikrar untuk selalu taat kepada Guru (ustadz) karena menghormati guru adalah sesuatu yang sangat mulia.
  2. Berbuat baik kepada kedua orang tua. Diharapkan seluruh kader persis tetap menjaga amanat Allah SWT tersebut. Ridho dari kedua orang tua adalah segalanya.  
  3. Bersungguh-sungguh dengan tulus ikhlas. Banyak sekali pekerjaan yang menanti kader muda Persis. Dengan ikrar kata Ikhlas, tentunya mereka akan siap berjuang dalam kondisi apapun.  
  4. Membaca Al-Quran setiap hari. Ini adalah bekal yang tidak kalah penting, berpegang teguh kepada Al-Quran dan Al-Hadits akan membuat kader Persis istiqomah, tidak sesat dan menyesatkan..
  5. Tidak akan berdusta. Berkaca pada tantangan zaman, banyak sekali orang atau pihak yang suka memanipulasi atau sebut saja berbohong. Ikrar santri ini akan menguatkan tekad santri untuk berusaha Jujur di masa mendatang. Tapi jika hal ini tidak dilakukan, hancurlah umat.
  6. Tidak menghina seseorang. Seluruh santri Persis harus yakin dan percaya atas apa yang Allah SWT sabdakan, bahwa yang paling mulia di sisiNya adalah orang yang bertaqwa.
RG-UG SMUSIM Menyimak Materi

Masih banyak isi bai’at yang kiranya masih perlu dibahas dan dijelaskan maknanya kepada seluruh kader muda Persis (santri). Tentunya kami RG-UG SMUSIM berharap bai’at ini hanya menjadi sebuah tradisi yang semu, tak berbekas, tidak menjadi ruh, hanya diucapkan dibibir tapi tidak diamalkan secara konsisten.

Sebagai penutup, kegiatan bai’at santri yang diikrarkan di setiap Pesantren Persis adalah bukti kesungguhan atau visioner seorang santri yang disiapkan oleh orang tua kita (asatidz). Sehingga mereka akan menjadi kader terbaik sekaligus menjadi pelanjut generasi-generasi berikutnya. Para santri akan menjadi penerus dakwah Islam sebagaimana yang digambarkan dalam isi bai’at tersebut. /IJ

~Wallahu a’lam bis showab~

LEAVE A REPLY