Aktuliasasi Loyalitas Berjamiyyah, Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya Adakan TAFIQ 1

0
4073

Madinah, KSA – hayatuna.net, Pemuda Persatuan Islam Kabupaten Tasikmalaya mengadakan kegiatan Tazwiedu Fityanil Qur’an Al-Awwal (TAFIQ 1) pada Sabtu s.d Ahad, 15 s.d. 16 Februari 2020. Acara ini dilaksanakan di kompleks Pesantren Persis 74 Kadipaten.

Dalam laporannya Marjan Fariq selaku ketua panitia mengatakan bahwa TAFIQ 1 merupakan amanat Musyawarah Daerah yang mesti dilakukan minimal satu kali dalam satu periode kepemimpinan PD Pemuda Persis.

Lebih dari sekadar menunaikan amanat Musda, Caca Ruhimat punya alasan tersendiri mengapa TAFIQ 1 ini mesti dilaksanakan.

“Acara ini diinisiasi sejak Musda 2017 lalu. Saya selaku bidang kaderisasi bertanggung jawab merealisasikan kegiatan ini.” ujar Marjan.

“TAFIQ 1 adalah bukti loyalitas berjamiyyah Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya. Sudah lama staf-staf di tiap cabang yang ada di Tasikmalaya tidak dengan status pernah mengikuti TAFIQ 1. Bahkan staf PD pun baru beberapa orang yang mengikuti kegiatan seperti ini. Padahal sesuai dengan QA/QD semestinya harus sudah TAFIQ.” Ucap Caca dalam sambutannya.

Mengenai alasan dipilihnya Kadipaten dijadikan tempat untuk kegiatan ini Caca menuturkan.

“Kadipaten harus menjadi wajah Pemuda Persatuan Islam Kabupaten Tasikmalaya. Sebab Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Wilayah (PW) yang dari Bandung jika ke Tasik akan melewati plang Pemuda Persis Kadipaten terlebih dahulu.” tambahnya.

Kegiatan yang dikomandoi langsung oleh tim instruktur PW Pemuda Persis Jabar ini diikuti oleh 27 peserta dari 5 Pimpinan Cabang (PC), yaitu PC Pemuda Persis Rajapolah, Jamanis, Ciawi, Sukaresik, dan Kadipaten.

Ustaz Mahmudin Al-Andiry menjadi perwakilan PD Persis sekaligus tuan rumah yang melakukan sambutan kedua disusul Ustaz Setiawan selaku bidang kaderisasi PW Pemuda Persis Jabar menjadi pembuka TAFIQ 1 secara resmi.

Selesai pembukaan, Ustaz Hamdan Abu Nabhan menyampaikan keynote speaker.

“Tazwiedu Fityanil Qur’an berarti membekali para pemuda dengan Al-Qur’an.” Ujar Ust. Hamdan. Selanjutnya beliau mengutip dan menjelaskan Q.S At-Taubah ayat 24.

Materi pertama dimulai dengan tema “Tauhid sebagai Dasar Gerakan” yang disampaikan langsung Ust. Yusuf Taufik. Penuh antusias, para peserta menyimak paparan tentang makna tauhid, macam-macam tauhid, manfaat bertauhid, dan doa istikamah.

Selanjutnya dalam materi kedua, M. Edwin Khadafi memaparkan tema “Pengantar Enterpreneurship” dengan penuh semangat. Kang Edwin meminta Pemuda Persis punya visi yang jelas. Bahkan tujuan itu mesti dituliskan agar selalu teringat.

“Saat ini Indonesia masih dijajah. Lihat di peta negara-negara mana saja yang menguasi SDA kita.” Ujar Edwin sambil menunjuk slide powerpoint.

Selesai materi kedua, seluruh peserta diminta mempresentasikan makalah yang menjadi syarat mengikuti TAFIQ 1. Sebelumnya peserta dibagi lima kelompok dan di tiap kelompok melakukan presentasi. Kemudian 5 orang terbaik diminta untuk melakukan presentasi ulang dihadapan seluruh peserta dan tim instruktur.

Di hari kedua, Materi ketiga disampaikan oleh Ust. Dadang Muslim atau biasa disapa Tuan Damus dengan judul “Pengantar Leadership”. Selanjutnya materi keempat dipaparkan oleh Ust. Ismail Fajar dengan tema “Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup”.

Materi kelima “Islam sebagai Agama Wahyu” dipaparkan dengan jelas oleh Ust. Tsabit Mujahid. Sebagai penutup, materi terakhir disampaikan Ust. Agus Priatna dengan judul “Fikih Sirah Nabi”.

Dalam setiap materi yang disampaikan, para peserta selalu antusias. Bahkan selalu datang tepat waktu sebelum mateti dimulai. Ini merupakan pengaruh dari tim instruktur yang membawakan kegiatan TAFIQ 1 dengan cara yang menggembirakan. Selain pembawaan yang santai, tim instruktur selalu sigap mengawasi dan menilai para peserta dengan serius.

Kegiatan terakhir dalam penutupan ada pembagian syahadah TAFIQ 1. Marjan Fariq dinobatkan sebagai peserta terbaik pertama dengan judul makalah “Analisis Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia pada Pamflet Persatuan Islam”. Rijal Jirananda selaku perwakilan dari Jamanis dinobatkan sebagai peserta terbaik kedua, disusul Ferdiansyah dari Sukaresik sebagai peserta terbaik ketiga.

Dari 27 peserta ada 26 orang yang dinyatakan lulus. 1 orang tidak lulus karena tidak mengikutu seluruh rangkaian materi. Dari 26 orang peserta pun ada 1 orang yang syahadahnya ditahan karena belum mengumpulkan makalah. “Kami mesti objektif. Kami harap para peserta bisa menerima dengan sepenuh hati dan juga semakin berkualitas” Ujar Ust. Setiawan menutup acara. (MF/IJ)

LEAVE A REPLY